Universitas Muslim Indonesia - Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Translate

Kamis, 28 Mei 2009

KEBUTUHAN NUTRISI IKAN

Seperti halnya manusia ikan memerlukan nutrisi yang baik agar bisa hidup dengan sehat. Oleh karena itu ikan perlu diberi makan dengan makanan yang mengandung kadar nutrisi yang memadai. Nutrisi yang harus ada pada ikan adalah protein, karbohidrat, lemak, mineral, dan vitamin. Protein
Sekitar 50 % dari kebutuhan kalori yang diperlukan oleh ikan berasal dari protein. Bahan ini berfungsi untuk membangun otot, sel-sel, dan jaringan tubuh, terutama bagi ikan-ikan muda. Kebutuhan protein sendiri bervariasi tergantung pada jenis ikannya. Meskipun demikian, protein adalah unsur kunci yang diperlukan untuk pertumbuhan dan kesehatan pada seluruh jenis ikan. Pada umumnya kebutuhan ikan terhadap protein dapat digolongkan secara garis besar sebagai berikut : 15 – 30 % dari total pakan bagi ikan-ikan herbivora, dan 45% bagi ikan karnivora. Sedangkan untuk ikan-ikan muda diperlukan diet dengan kandungan protein 50 %
Lemak
Lemak merupakan sumbar utama energi pada ikan. Lemak tersimpan dalam jaringan dan berfungsi untuk menjaga stamina yang prima pada ikan yang bersangkutan. Selain itu, juga sebagai media penyimpan vitamin-vitamin yang larut dalam lemak, seperti vitamin A, D, E, dan K
Pada makanan ikan, lemak direkomendasikan supaya tidak terlalu tinggi kandungannya. Bahkan ikan-ikan pemakan daging pun (karnivora) kebutuhan akan lemaknya tidak lebih dari 8 %, sedangkan ikan-ikan herbivora kebutuhannya tidak lebih dari 3%. Kelebihan lemak pada ikan diketahui dapat menyebabkan kerusakan hati, menyebabkan timbulnya beberapa penyakit dan sering menimbulkan kematian dini. Ikan sering mengalami kesulitan untuk mencerna lemak-lemak keras, seperti yang terdapat pada daging sapi misalnya. Lemak jenuh bisa membahayakan ikan, oleh karena perlu dihindarkan. Sedangkan lemak-lemak jamak tak jenuh, seperti terdapat pada artemia sangat mudah dicerna dan diketahui dapat memicu pemijahan
Karbohidrat.
Pada ikan, karbohidrat diperlukan untuk pertumbuhan dan energi. Meskipun demikian, ikan tidak memerlukan karbohidrat dalam julmah besar pada makanannya. Kebanyakan karbohidrat diketahui malah dapat menghambat pertumbuhan ikan. Hal ini tampaknya berkaitan dengan kenyataan bahwa kandungan kadar karbohidrat yang tinggi pada makanan ikan sering berkaitan dengan rendahnya kadar nutrisi esensial lainnya.
Mineral
Dihabitatnya sumber-sumber mineral bagi ikan banyak tersedia secara alamiah. Tapi dalam lingkungan akuarium yang tertutup dan serba terbatas hal demikian tidak bisa dipenuhi. Oleh kerena itu mineral perlu disediakan melalui makanannya.
Mineral pada ikan diperlukan untuk menjaga kesehatan tulang, gigi, dan bahkan sisik. Mineral utama yang diperlkukan adalah kaslium dan fosfor. Selain itu mereka juga memerlukan besi, iodine, magnesium, natrium, kalium, tembaga dan seng. Kalsium dapat dijumpai pada air-air berkesadahan tinggi sedangkan fofor bisa dijumpai pda tanaman air. Apabila air yang digunakan berkesadahan rendah, dan dalam akuarium tidak ada tanaman airnya maka sangat penting untuk memberikan tambahan mineral pada makanan ikan. Tulang dan daging merupakan sumber kalsium dan fosor yang baik. Meskipun demikian, mereka bisa juga dijumpai pada makanan kering (flake) yang berkualitas baik.
Serat.
Serat relatif banyak dijumpai pada sayuran. Meskipun dalam jumlah sedikit dapat membantu proses pencernaan, serat tidak boleh diberikan terlalu banyak. Ikan karnivora bahkan tidak bisa mencerna serat sama sekali, dan direkomendasikan kendungannya pada makanan karivora tidak lebih dari 4 %. Sedangkan untuk ikan herbivora dianjurkan untuk memberikan serat dengan kadar 5 – 10 %.
Vitamin.
Berbeda dengan mineral, vitamin bersifat tidak stabil pada pakan jadi. Flake misalnya, mengandung cukup vitamin pada awalnya, tapi setelah berjalannya waktu vitamin ini akan mengalami kerusakan. Penyimpanan dalam freezer bisa membantu dalam mengawetkan kandungan vitamin, meskipun demikian dianjurkan untuk membeli pakan ikan untuk digunakan dalam waktu dekat. Vitamin utama yang diperlukan oleh ikan adalah A, D3, E, K, B1, B2, B3, B5, B6, B12, H, M dan inositol.
Banyak para hobiis ikan hias yang tidak menyadari peranan penting vitamin dalam kesehatan ikan. Kekuarangan vitamin A misalnya, dapatmenyebabkan pertumbuhan ikan menjadi terhambat dan dapat menyebabkan terjadi tulang punggung yang melengkung. Vitamin E dan A merupakan faktor penting untuk menjaga ikan berada dalam kondisi prima untuk memijah. Vitamin K merupakan vitamin penting dalam penggumpalan darah. Vitamin B1, B2, dan B6 penting untuk pertumbuhan normal. B3 dan C diperlukan dalam proses pencernaan yang baik. Vitamin C juga diperlukan dalam pertumbuhan tulang dan gigi. Vitamin B5 dan M secara bersama-sama merupakan faktor utama dalam proses metabolisme. Kekuarangan vitamin H dapat mengurangi pembentuk sel darah dan menyebabkan anemia.
Membeli makanan ikan dalam jumlah sedikit tapi bervariasi merupakan salah satu cara untuk memastikan bahwa ikan akan mendapatkan pasokan nutrisi yang bukup untuk tumbuh, sehat dan berumur panjang.

LINK JUGA :ASKAR HOME


Read More

Rabu, 20 Mei 2009

BAHAN MAKANAN UNTUK IKAN

Makanan bagi ikan merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan suatu usaha budidaya perikanan, disamping faktor-faktor lain seperti : benih, pengelolaan dan pencegahan penyakit. Hal ini tentunya sudah dipahami karena makanan ikan diberikan untuk : 
• Makanan merupakan salah satu faktor yang membuat benih ikan yang dipelihara sanggup memberikan penampilan pertumbuhan yang baik.
• Makanan merupakan kebutuhan dasar bagi ikan untuk kelangsungan hidup dan proses biologis dalam tubuh ikan.
• Makanan merupakan biaya yang terbesar dari total biaya produksi memelihara ikan sampai di panen.
 

A. Bahan-bahan Makanan Ikan
Dari sekian jumlah bahan-bahan makanan ikan, dapat digolongkan menjadi dua, yaitu sebagai berikut :
1. Asal makanan
Dari asalnya, bahan makanan untuk ikan dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :
• Bahan makanan yang berasal dari tumbuhan dan hasil ikutannya
• Bahan makanan yang berasal dari hewan dan hasil ikutannya.
Perbedaan makanan dari dua sumber tersebut antara lain terletak pada kualitasnya, yakni kandungan nutrisi di dalamnya. Protein yang terkandung di dalam bahan makanan asal hewan dan ikutannya terdiri atas asam-asam amino yang relatif lebih lengkap dan mudah di cerna dibandingkan dengan protein yang terkandung di dalam bahan makanan yang berasal dari tumbuhan dan ikutannya.
2. Fungsi makanan
Fungsi dari bahan-bahan makanan adalah sebagai sumber protein, sumber energi, sumber mineral, dan sumber vitamin.
3. Bentuk fisik makanan
Dari bentuk fisiknya, bahan makanan dapat digolongkan menjadi bahan makanan butiran, tepung, dan cairan
Bahan makanan yang mengandung protein kasar lebih dari 19%, pada umumnya digolongkan sebagai bahan makanan sumber protein. Sedangkan bahan makanan yang mengandung protein kasar kurang dari 16% dan serat kasarnya lebih kecil dari 18% digolongkan sebagai bahan makanana sumber energi.
 

Bahan-bahan untuk menyusun komposisi makanan, baik kuantitas maupun kualitasnya, merupakan suatu faktor yang mempengaruhi efisiensi produksi, selain faktor lain seperti jenis ikan dan temperatur lingkungan.
Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam melakukan seleksi bahan-bahan makanan ikan yang akan digunakan, antara lain :
1. Indeks cerna bahan makanan
2. Rasa enak bahan makanan
3. Kualitas bahan makanan
4. Harga ekonomis bahan makanan
5. Kesinambungan pengadaan bahan makanan
Pedoman atau pegangan yang dapat digunakan untuk menilai bahan-bahan makanan antar lain sebagai berikut :
1. Cara Makroskopis
Penilaian terhadap bahan makanan dengan menggunakan panca indera, yakni dengan cara dilihat, diraba,dicium, dan dirasakan. Misalkan, bungkil kelapa dari baunya dapat diketahui apakah sudah tengik atau belum.
2. Cara Mikroskopis
Penilaian terhadap bahan makanan dengan menggunakan suatu alat, misalnya mikroskop, untuk melihat keadaan tekstur bahan makanan. Misalnya, bekatul dapat dilihat apakah dicampur bahan lain atau tidak.
3. Cara Analis
Penilaian terhadap bahan makanan yang dilakukan di laboratorium, yakni dengan cara menganalisis bahan-bahan makanan tersebut.
4. Cara Biologis
Penilaian tehadap bahan makanan yang dilakukan dengan cara membuat suatu bentuk formulasi makanan dari bahan-bahan yang telah tersedia, kemudian diberikan kepada ikan yang dipelihara. Dalam jangka waktu tertentu, pertumbuhan ikan-ikan percobaan diamati dengan seksama.
 

B. Bahan Makanan asal Tumbuhan dan hasil ikutannya
1. Jagung
2. Sorghum
3. Dedak bekatul
4. Kedelai dan bungkil kedelai
5. Gaplek dan tepung daun ubi kayu
6. Kacang tanah dan bungkil kacang tanah
7. Bungkil kelapa dan bungkil sawit
8. Bungkil rapa
9. Biji kecipir
10. Biji karet
11. Daun lamtoro
12. Kacang gude
13. Bungkil biji kapok
14. Gandum
15. Bolus rumen
16. Limbah nanas
17. Kotoran ayam
18. Rumput laut
19. Daun turi
20. Kacang hijau
 

C. Bahan Makanan asal Hewan dan hasil ikutannya
1. Tepung ikan
2. Tepung tulang
3. Tepung daging bekicot
4. Tepung cacing tanah
5. Tepung bulu ayam
6. Tepung darah ternak
7. Tepung cangkang udan




Read More

BIOENERGETIKA

Adalah mempelajari penggunaan energi oleh organism hidup. Bienergetika melibatkan sistim organ pada beberapa tingkat fungsi. Pada hewan, sumber energi adalah makanan, tetapi energi dalam makanantidak daat digunakan samapai makanan tersebut dicerna dan diserap oleh sistim pencernaan. Energi tersebut dilepaskan dari makanan melalui proses oksidas, dilai pihak aspek molekuler dari pergerakan energ secara umum berasal dari metabolisme, dimana sebagian besar berasal dari fungsi hati dan otot, juga osmoregulasi dan ekskresi produk-produk buangan dari mesin metabolik.
Satuan energi adalah kalori atau kilokalori (cal atau kcal) untuk setiap berat spesifik. Setiap konsumsi energi biasanya diberi satuan kcal/kg berat badan/jam atau kcal/kg/hari. Perhitungan konsumsi energi secara tidak langsung dilakukan dalam bentuk konsumsi oksigen.
Konsumsi oksigen seringkali diberikan dalam bentuk ml O2/kg berat badan/jam, dimana volume O2 dikoreksi pada temperatur 00C dan tekanan 760 mmHg.
Penggunaan energi
Pada keadaan cukup makanan, ikan akan mengkomsumsi makanan hingga memenuhi kebutuhan energinya. Kebutuhan energi ini dipengaruhi oleh stadia dalam siklus hidupnya, musim dan faktor lingkungan yang lain. Ikan muda yang sedang tumbuh lebih banyak menggunakan energi per satuan berat badannya dibandingkan ikan dewasa, karena energi yang digunakan tidak hanya untuk aktivitas dan pemeliharaan, tetapi juga untuk pertumbuhan. Selain itu, pematangan gonad pada ikan dewasa juga menyebabkan peningkatan kebutuhan energi.
Efisiensi Energi
Efisensi energi yang digunakan diekspresikan secara umum dalam bentuk persamaan oleh Alexander (1967 dalam smith 1982) sebagai berikut.
uF = g (G + H) + R + S
Dengan catatan : F = Jumlah makanan yang dimakan
G = Pertumbuhan (produksi jaringan baru)
H = Gamet-gamet
R = Metabolisme dasar
S = Aktivitas
Faktor u merupakan jumlah makanan yang masuk dengan nilai khusus adalah (0,8 sisanya0.2 adalah nilai makanan yang menjadi feces, urine atau amoniak (diekskresikan oleh ginjal), diluar energi yang dipalai untuk metabolisme. Faktor 0.8 berasal dari ikan salmon yang makan secara normal, tetapi menjadi rendah bila mereka makan makanan berserat dalam jumlah besar. Makanan berserat sebagai contoh hanya ± 0.1 yang tercerna. Faktor pertumbuhan dan gamet, g, diberi nilai 2 sebab mengambil kira-kira 2 kali dari makanan untuk menghasilkan jaringan baru dibanding maintainance jaringan yang ada. Dengan demikian presentase khas yang digunakan dari makanan dalam persamaan Alexander adalah :
0.8 x 100 = 2 (5+1) + 34 + 34
Dalam beberapa kasus, jumlah tersebut tidak tepat benar, misalnya dalam migrasi atau pemijahan ikan. Dalam masa ini mereka tidak makan. Contoh lain pada konsumsi makanan yang kurang dalam jangka waktu yang lama menyebabkan pertumbuhan berkurang dan tidak menghasilkan gamet dalam tahun tersebut, akibatnya H = 0, atau tingkat aktivitas (S) dan metabolisme basal dapat menyebabkan keduanya berubah karena pengaruh temperatur dan musim. Jumlah khas ini digunakan sebagai suatu nilai untuk memulai kedua konsep dan pendekatan jumlah bilamana data dari spesies ikan tertentu tidak tersedia.
Perbedaan yang ditunjukkan pada persamaan keseimbangan ini, memberikan pengaruh yang besar terhadap reproduksi (H) bilamana terdapat perubuahan kecil pada beberapa faktor yang lain misalnya, jika jumlah konsumsi makanan meningkat dari 100 menjadi 101, maka produksi gamet meningkat dari 1 menjadi 1.4, berarti terjadi peningkatan 40 % atau jika ikan makan dengan suplai makanan yang normal tetapi aktivitasnya berkurang 2% (S=32) maka nilai H meningkat menjadi 2 (meningkat 100%).
Seleksi alam dapat menghasilkan perubahan yang besar dalam pertumbuhan dan reproduksi yang dibutuhkan secara relatif dalam efisiensi bioenergetik. Pertumbuhan dan reproduksi terlihat merupakan rangkuman dan integritas dari ikan yang merupakan kombinasi antara kapabilitasnya dengan lingkungan.




Read More

Selasa, 19 Mei 2009

KOMUNIKASI ANTAR SEL

Jaringan komunikasi antara satu sel dengan yang lain menghasilkan suatu koordinasi untuk mengatur pertumbuhan, reproduksi, osmoregulasi, dan lain-lain pada berbagai jaringan maupun organ.sistem komunikasi ini selain dilakukan oleh sistem saraf, juga dilakukan oleh sistem endokrin,atau bahkan sistem saraf bersama-sama dengan sistem endokrin mengontrol aktivitas organ atau jaringan tubuh.kedua sistem ini saling mengisi secara fungsional yang demikian luar biasa,sehingga unsur-unsur saraf dan endokrin sering dianggap menyusun sistem neuroendokrin.
Sistem saraf mengatur kegiatan tubuh dengan cepat, seperti kontraksi otot,peristiwa visceral yang berubah dengan cepat, dan bahkan kecepatan sekresi beberapa kelenjar endokrin. Sedangkan,sistem endokrin mengatur fungsi metabolik tubuh pada jalur lambat. Sistemsaraf menerima ribuan informasi kecil dari berbagai organ indra seperti salinitas,suhu,periode panjang harimenuju alat-alat gerak dan kemudian mengintegrasin dengan sistem endokrinuntuk mengontrol osmoregulasi, metabolisme, pertumbuhan, reproduksis dan lain-lain.
Ada tiga kelompok komunikasi ekstraseluller, yaitu : 1) endocrine,hormon yang merupakan substansi isysrat yang dilepaskan organ endokrin dengan sasaran organ target tertentu. 2) isyarat parakrin, sel target bedekatan dengan sel sekretori,isyarat kimiawi parakrin disebut neurotransmitter atau neurohormon. 3)isyarat autokrin biasanya terjadi pada kondisi patologik, misalya pada sel tumor.
Komunikasi antar sel biasnya melewati enam tahap: 1)sintesis, 2) pelepasan hormon, 3) transpor ke organ target, 4) pengenalan petunjuk (sering oleh reseptor protein yang spesifik), 5) penerjemahan, 6) respons.

A. Sistem Saraf
Pada tubuh makhluk hidup terdapa dua kelompok kerja sistem saraf, yakni sistem saraf pusat dan sistem saraf otonom. Kedua sistem tersebut pada dasarnya tidak bekerja secara terpisah,tetapi saling melengkapi.
a) Sistem saraf pusat
Jaringan saraf yang menjalin seluruh tubuh berpusat dalam otak maupun sumsum tulang belakang. Otak memiliki tiga fungsi utama yaitu,1) menerima input dan menginterpretasikan informasi dari semua organ-organ sensor baik internal maujpun eksternal, 2) menghasilkan output berupa parintah untuk koordinasi semua bagian badan sebagai impuls saraf atau hormon, 3)integrasi antara kedua aspek fungsi otak
Dari otak, serabut saraf berpencar menjadi 12 pasang saraf yang dinamakan saraf tengkorak, melayani kepala, mata, dan beberapa organ dalam. Dari sumsum tulang belakang beberapa saraf bercabang dan bercabang membentuk batang-batang sarafmenuju alat-alat gerak. Masing-masing saraf membawa impuls isyarat elektokimiawi yang dicetuskan oleh suatu rangsang.
b. Sistem saraf otonom
Susunan saraf otonom terdiri atas saraf simpatis dan para simpatis. Saraf otonom mengontrol fungsi vegetatif badan, antara lain: 1) mengatur kegiatan jantung dan pembuluh darah, 2) mengatur kerja urat daging licin, dan, 3) mengatur kerja kelenjar-kelenjar.
c. Bentuk umum sistem kerja saraf
Satuan dasar sistem saraf adalah neuron. Neuron mempunyai satu ciri struktur yang menyebabkan kelihatan lain dari semua tipe sel tubuh lainnya. Bila digolongkan menurut fungsinya,neuron dapat dibagi menjadi tiga kelompok, 1) neuron sensoris yang membawa isyarat dari organ sensoris ke otak dan sumsum tulang belakang, 2) neuron motorik membawa petunjuk dari otak dan sumsum tulang belakang ke alat gerak, jantung, usus dan organ tubuh yang lain, 3) interneuron yang menggerakkan isyarat bolak balik lewat lintasan antara otak, sumsum tumlang belakang dan lain-lain.
d. Mekanisme kerja saraf
1) fungsi sinap neuron : hubungan antara satu neuron dengan neuron berikutnya disebut sinaps, dalam sinaps terdapat bongkol yang mempunyai dua struktur internal yang penting untuk fungsi perangsangan atau penghambatan vesikel sinaptik dan mitokondria.
2) pengiriman dan pengolahan sinyal : pada hakikatnya, sekali dimulai impuls saraf pada ujung serabut saraf maka impuls ini akan diteruskan oleh serangkaian sentuhan elektrik, apabila satu impuls terjadi, misalnya oleh reseptor cahaya pada mata, selaput sel berubah sebentar untuk membiarkan mengalirnya ion kalium bermuatan keluar dari sel dan masuknya ion natrium bermuatan ke dalam sel. Gerak bolak balik ini menimbulkan potensial elektrik yang kecil membentuk impuls saraf. Bila jumlah potensial yang terkumpul pada ujung saraf sudah cukup banyak, sel berikutnya menembak . setelah itu impuls ini lewat, selaput sel kembali berfungsi sebagai pembatas sampai impuls lain timbul. Karena sistem saraf yang rumit dan sibuk dapat menyerap energi dengan laju yang sangat besar sehingga memerlukan bahan bakar (oksigen dan glukosa) yang lebih banyak
3) Neurotransmitter
Neuron-neuron otonom pada mamalia biasanya mengandung lebih dari satu neurotransmitter,seringkali,satu atau lebih neuropeptida bergabung satu sama lain atau bergabung dengan transmitter acetylcholine yang klasik ataupun transmitter adrenaline. Pada ikan hanya sedikit kasus-kasus gabungan seperti itu. Transmitter perangsang pada berbagai sinaps neuron saraf pusat adalah asetilkolin,norepinerin,dopamin,serotonim,L-glutamat, dan L-asparat, sedangkan transmitter penghambat yang penting adalah asam gamma aminobutirat (GABA), glisin, taurin,dan alanin.

B. Sistem Endokrin
Sistem endokrin pada ikan tidak jauh berbeda dengan sistem endokrin vertebrata pada umumnya. Organ endokrin melepaskan suatu zat kimia yang disebut hormon dengan organ target tertentu dibawa oleh darah,dan berperan mempengaruhi fungsi tubuh .karena itu hormon bisa juga disebut pesuruh kimia.
Hubungan di antara sistem endokrin banyak dan kompleks, tetapi biasanya mengikuti dua prinsip,yakni : 1) berdasarkan responnya dibagi menjadi dua kelenjar yang dihasilkan oleh kelanjar kedua seringkali menghambat produksi hormon pituitari proses ini disebut penghambat feedback. Yang menyebabkan terjadinya keseimbangan respon.

C. Hormon dan Kelenjar Penghasilnya.
Hormon adalah zat kimia organik yang dibentuk dalam sel atau kelenjar yang sehat dan normal,disekresi langsung ke dalam darah dan dibawa ke sel/organ target.hormon tidak akan bekerja pada sel yang tidak memiliki reseptornya, tetapi apabila hormon tersebut tiba pada sel/organ target maka reseptornya akan mengikat hormon tersebut.pada ikan, hormon dihasilkan dari kelenjar endokrin antara lain :
1)Pituitari
Kelenjar pituitari atau hipofisa terletak pada lekukan tulang di dasar otak(sela tursika),terdiri atas dua bagian utama,yakni adenohipofisa dan neurohipofisa.hormon-hormon yang terdapat pada kelenjar pituitari yaitu :

  •   Prolaktin yang merupakan hormon yang berhubungan dengan reproduksi dan perawatan anak serta osmoregulasi.
  •   Hormon adrenocorticotropic (ACTH) dan hormon pelepas melanosit(MSH),kedua hormon ini fungsinya serupa yaitu menggiatkan output steroid korteks adrenal,juga merangsang sintesis melanin.
  • Hormon gonadotropin, adalah hormon pituitari yang berfungsi sebagai produksi telur dan sperma.
  •   Hormon tirotrofin (TSH), berfungsi merangsang kelenjar tiroid untuk membentuk dan melepasakan hormon-hormon tiroid.

2) Tiroid
Kelenjar tirod memiliki dua karekteristik utama, yakni 1) unit dasar histologisnya adalah sel tunggal yang dikelilingi oleh folikel, 2) jaringan yang dibentuknya memiliki kemampuan mengubah iodine dan inkorporasinya menjadi hormon tiroid.hormon yang dihasilkan adalah hormon tiroxin yang terdiri dari tetraiodotironin (T4) dan triiodotironin (T3) yang berfungsi dalam pertumbuhan, metamorfosis dan reproduksi.
3) Pankreas
Pankreas adalah suatu kelenjar majemuk yang terdiri atas jaringan eksokrin dan endokrin.hormon yang terdapat pada pankreas yakni insulin yang berperan besar terhadap metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Dan glukagon yang berfungsi merangsang pelepasan insulin dan menyebabkan peningkatan output jantung.
4) Gonad
Gonad merupakan kelenjar endokrin yang dipengaruhi oleh gonadotropin hormon (GtH) yang disekresi oleh kelenjar pituitari.
5)Ginjal
Ginjal merupakan salah satu organ yang memiliki sel-sel endokrin antara lain jaringan internal ,sel-sel kromaffin,juxtaglomerulus,dan korpuskel stanius. Kelenjar ini dikontrol oleh pituitari melalui ACTH.
6) Kelenjar Uultimobranchial
Kelenjar ultimobranchial terletak pada septum pemisah antara rongga abdomen dan sinus venosus, tampak sebagai pita berwarnaputih pada septum. Hormon yang terdapat pada kelenjar ini adalah kalsitonin yang berfungsi menurunkan kadar kalsium darah dan membuat ikan mampu menyusaikan diri terhadap lingkungan hidromineral yang berubah-ubah.
7) Urofisis
Urofisis merupakan neurosekretori yang terletak pada bagian belakang spinal cord.fungsi hormon yang terdapat pada kelenjar ini masih menimbulkan kontraversi walaupun secara umum berhubungan dengan fungsi osmoregulasi, dimana pengaruh terbesarnya adalah pada ginjal.ada empat jenis hormon yang diidentifikasikan dari urofis yakni urotensis I belum diketahui efeknya, II berperan dalam kontraksi otot licin, urotensis III menstimulasi peningkatan penyerapan Na atau ginjal, dan urotensi IV diduga adalah arginine vasotocin tetapi hanyanteridentifikasi pada rainbow trout jepang.




Read More

OSMOREGULASI

1. Pengertian Osmoregulasi

Osmoregulasi adalah proses mengatur konsentrasi cairan dan menyeimbangkan pemasukan serta pengeluaran cairan tubuh oleh sel atau organisme hidup. Proses osmoregulasi diperlukan karena adanya perbedaan konsentrasi cairan tubuh dengan lingkungan disekitarnya.

Komponen utama penyusun tubuh hewan adalah air yang jumlahnya mencapai 60-95% dari berat tubuh hewan. Air tersebar pada berbagai bagian tubuh baik di dalam sel(sebagai cairan intra sel :CIS) maupun di luar sel (sebagai cairan ekstra sel:CES). Ces sendiri tersebar pada berbagai bagian tubuh contohnya plasma dan cairan surebrospinal. Dalam ces terlarut berbagai macam zatmeliputi bagian ion dan sari makanan,sisa obat, hormon serta zat sisa metabolisme sel. Seperti urea dan asam urat. Konsentarsi cairan tubuh dapat berubah setiap saat, tergantung pada berbagi faktor.

Sekalipun demikian hewan harus mempertahankan keseimbangan antara jumlah air dan zat terlarut pada tingkatan yang tepat.mekanisme untuk mengatur jumlah air dan konsentrasi zat terlarut disebut sebgai osmoregulasi.jadi osmoregulasi adalh proses menjaga keseimbangan antara jumlah air dan zat terlarut yang ada dalam tubuh.
Proses inti dalam osmoregulasi yaitu osmosis.osmosis adalah pergerakan air dari cairan yang mempunyai kandngan air lebih tinggi(lebih encer)menuju ke cairan yang mempunyai kandungan air lebih rendah(lebih pekat)contoh osmosis ialah pergerakan air dari larutan gula 5% menuju larutan gula 15% sampai tecipta keseimbangan antara keduanya.dengan kata lain osmosi dapat berhenti apabila kedua larutan mencapai konsentrasi yang sama yaiti 10%.apabila ini tercapai,kedua larutan sudah mencapai kondisi osmosi.

Istilah isotonis digunakan untuk menyebut dua macam larutan yang mempunyai tekanan osmotik yang sama(isoosmotik).dalam kajian osmoregulasi istilah tersebut sering digunakanpada saat membahas tentang osmotik dua macam cairan.misalnya tekananosmotikdi dalam dan di luar sel atau cairan tubuh dan air laut(lingkungan hidup
Konsep tekanan osmotik dapat menimbulkan kebingungan sehingga lebih suka menggunakan istilah konsentrasi osmotik.jika suatu larutan memiliki konsentrasi osmotik lebih tinggi tekanan osmotiknya juga tinggi.larutan yang mempunyai konsentrasi yang lebih tinggi dibanding larutan yang lain disebut hiperosmotik.sebaliknya larutan yang memiliki konsentrasi osmotik lebih rendah daripada larutan lainnya disebut hipoosmotik.dan bila konsentrasi osmotik sama dengan larutan lainnya disebut isotonik atau isoosmotik.

Ikan memerlukan osmoregulasi karena 1)harus terjadi keseimbangan antara subtansi tubuh dan lingkungan, 2) membran sel yang permeabel merupakan tempat lewatnya beberapa substansi yang bergerak cepat, 3) adanya perbedaan tekanan osmose yang berbeda.

A. Teleostei potadrom

Teleostei potadrom bersifat hiperosmotik terhadap lingngkungannya,menyebabkan air bergerak masuk ke dalam tubuh dan ion-ion ke luar ke lingkungan dengan cara difusi.untuk menjaga keseimbangan cairan tubuhnya teleostei potadrom berosmoregulasi dengan cara sedikit minum atau tidak minum sama sekali.namun untuk mengurangi kelebihan air dalam tubuh ikan tersebut memproduksi ejumlah besar urin.

B. Teleostei oseanodrom

Pada ikan ini tekanan osmose air laut lebih tinggi daripada cairan tubuh sehingga secara alami air akan mengalir dari dalam tubuh teleostei oseanodrom ke lingkungannya secara osmose melewati ginjal,insang dan mungkin juga kulit

C. Teleostei diadrom

Teleostei diadrom adalah teleostei yang melakukan migrasi antara perairan laut dan tawar,sebagian besar hidupnya dihabiskan di laut dan bermiograsi ke air tawar untuk memijah dan sebaliknya jika sebagian besar hidupnya di air tawar dan bermigrasi ke laut untuk memijah disebut katadrom.teleostei diadrom dan eurihalin bersifat hypoosmotik terhadap air laut dan hiperosmotik pada air tawar.gambaran osmotiknya berubah secaratotal dari membuang air dan menghemat garam pada air tawar menjadi membuang garam dan menghemat air pada lingkungan laut.

1. Hagfish dan elasmobransi

Hagfish dapat dikatakan tidak melakukan osmoregulasi karena komposisi garam dalam darahnya menyerupai air laut kecuali dengan kandungan Mg++,dan total tekanan osmose plasmanya hampir sama dengan lingkungannya. Keadaanini bisa disebut isotonis.dan pada elasmobransi osmose plasmanya berbeda dengan lingkungannya.

2. Organ osmoregulasi

a.Insang : pada insang, sel-sel yang berperan dalam osmoregulasi adalah sel-sel chloride yang terletak pada dasar lembaran-lembaran insang.perubahan ion pada sel-sel chlorida oseanodrom berbeda dengan patadrom.pada diadrom selama migrasi antara air tawar dan air laut membran dan motokondria sel mengalami perubahan besar sehingga dapat bersifat seperti oseadrom bila berada di air laut dan potadrom bila berada di air tawar.

b Ginjal : ginjal melakukan dua fungsi utama:1)mengeksekresikan sebagian besar produk akhir metabolisme tubuh, 2) mengatur konsentrasi cairan tubuh.

c Usus : setelah air masuk ke dalam usus, dinding usus aktif mengambil ion-ion monovalen dan air sebaliknya membiarkan lebih banyak ion-ion divalen tetap di dalam usus sebagai cairan rektal agar osmolaritas usus sama dengan darah.

3. Hormon Osmoregulasi
Organ yang terlibat dalam osmoregulasi diatur oleh hormon.kelenjar yang bertanggung jawab terhadap proses osmoregulsi antar lain pituitari,ginjal dan urophisis.


ASKAR HOME
Free Blogger Template

Read More

Kamis, 14 Mei 2009

Sistem Pencernaan Ikan disertai Gambar

Saluran pencernaan pada ikan dimulai dari rongga mulut (cavum oris). Di dalam rongga mulut terdapat gigi-gigi kecil yang berbentuk kerucut pada geraham bawah dan lidah pada dasar mulut yang tidak dapat digerakan serta banyak menghasilkan lendir, tetapi tidak menghasilkan ludah (enzim). Dari rongga mulut makanan masuk ke esophagus melalui faring yang terdapat di daerah sekitar insang.
Esofagus berbentuk kerucut, pendek, terdapat di belakang insang, dan bila tidak dilalui makanan lumennya menyempit. Dari kerongkongan makanan di dorong masuk ke lambung, lambung pada umum-nya membesar, tidak jelas batasnya dengan usus. Pada beberapa jenis ikan, terdapat tonjolan buntu untuk memperluas bidang penyerapan makanan.


Dari lambung, makanan masuk ke usus yang berupa pipa panjang berkelok-kelok dan sama besarnya. Usus bermuara pada anus.

Read More

Kamis, 07 Mei 2009

FAKTOR-FAKTOR NON NUTRISI

A. Stabilitas Pelet

Berbagai bahan telah digunakan untuk meningkatkan stabilitas pellet dalam air dan sering di sebut dengan istilah binder. Dalam pembuatan pakan ternak pun, seperti ayam, bahan tersebut juga di gunakan untuk menjaga kehancuran fisik selama penanganan/penyimpanan. Bahan-bahan tersebut ada yang merupakan bahan sintesis yang khusus di buat untuk keperluan ini, atau berupa produk alami baik setelah diextract ataupun masih natural.

Beberapa bahan yang data digunakan untuk binder antara lain : Casein, gelatin, chitosan, guargum, bean gum, GFS agar, carrageenan, wheat gluten, CMC, alginate, bentonites, hemicelluloses dan lain-lain.
Bahan-bahan tersebut dapat digunakan secara sendiri atau gabungan dari beberapa bahan. Pengalaman bahwa gabungan dari dua atau lebih bahan akan memberikan hasil yang lebih memuaskan. Telah diketahui bahwa beberapa bahan pakan mempunyai sifat antagonist terhadap stabilitas pellet, antara lain : Dedak padi, dedak gandum, tepung daun lamtoro, bungkil kelapa, tepung udang, tepung darah, tulang, garam, tetes, kadar lemak yang tinggi (>10%). Sedangkan beberapa bahan yang mempunyai sifat baik untuk di pellet antara lain : Bungkil kacang tanah, jagung, bungkil kedele, terigu, dan sebagainya.

Disamping bahan-bahan yang digunakan, stabilitas pellet juga di tentukan oleh cara pembuatannya. Penambahan uap panas saat pembuatan pakan akan melembutkan pakan yang mengelatinasikan hidrat arang/binder sehingga akan dihasilkan pellet yang lebih kompak dan lebih tahan di air/stabil, stabilitas juga dapat di tinggikan dengan makin halusnya penepungan bahan.
Dari kesemua yang telah diuraikan diatas juga akan meningkatkan biaya produksi, maka pilihan harus disesuaikan dengan kebutuhan.

B. Daya Tarik dari pakan

Pakan yang telah di formulasikan dengan kandungan zat-zat nutrisi berimbang dengan baik, sesuai dengan kebutuhan ikan, akan menjadi kurang efektif bila tidak dengan cepat dikonsumsi. Keterlambatan pengambilan dan konsumsi akan memperbesar kemungkinan merembesnya zat-zat nutrient dari pellet ke air, sehingga tidak tersedia bagi ikan. Disamping itu pakan yang mengendap di dasar akan mempengaruhi kualitas air karena akan terjadi pembusukan.

Untuk udang berbagai bahan telah di cobakan dengan hasil yang cukup memuaskan, antara lain: Fish soluble, tepung cumi, daging kerang-kerangan, tepung udang, dsb
Disamping itu extrach dari berbagai jenis invertebrate laut seperti kerang-kerangan telah diperlihatkan mempunyai daya tarik yang baik untuk ikan/udang. Begitu pun halnya dengan campuran berbagai jenis asam-asam amino, asam nukleat, juga memberikan hasil yang sama.

Dari air limbah pengolahan udang banyak ditemukan senyawa yang mempunyai potensi sebagai daya tarik pakan. Limbah tersebut mengandung antara lain :

· Hypoxanthine
· Inosin
· 5’ AMP
· 5’ IMP
· ADP
· Asam amino arginin, glutamat, glisin
· Betaine

Diantara unsur-unsur tersebut yang kandungan cukup tinggi adalah 5’ IMP.

Status kesehatan/nutrisi, kualitas air, tekstur pakan adalah merupakan beberapa factor yang akan mempengaruhi nafsu makan.

C. Food Additive

1. Antioxidant

Anti oksidant adalah senyawa, baik sintetik maupun alami, yang dapat menstabilkan atau mengurangi terjadinya oksidasi senyawa-senyawa yang mudah teroksidasi. Antioksidant akam melindungi pengrusakan dan oksidasi dari asam-asam amino, lemak dan minyak,hidrat arang,vitamin dan senyawa lainnya yang mudah teroksidasi
Oksidasi dari hidrat arang akan mengakibatkan reaksi maillard, reaksi antara hidrat arang dengan asam-asam amino, terutama asam amino lisin. Bila reaksi ini telah terjadi, zat nutrisi tersebut tidak akan biasa dicerna. Oksidasi dari lemak akan meningkatkan kandungan peroksida, yang cenderung akan merusak vitamin A dan E.
Untuk menghindari terjadinya defisien pada pakan maka ditambahkan antioksidant terutama kalau pakan disimpan dalam waktu yang relatif lama. Berbagai jenis antioksidant tersedia di pasaran antara lain :

BHA
BHT
Ethoxyquin
Disodium EDTA
Phosporic Acid
Dll

2. Pigmen

Dari segi metabolism pigmen, ikan dapat dikelompokkan menjadi dua golongan:
ü Kelompok yang mampu merubah lutein atau zeaxanthin menjadi asthaxantin tetapi tidak mampu menggunakan B carotenoid dan canthaxanthin sebagai precursor asthaxanthin. Kelompok ini kebanyakan dari ikan-ikan air tawar.
ü Kelompok yang mampu merubah baik lutein dan zeaxanthin maupun B carotenoid dan canthaxanthin oleh kelompok ini juga didepositokan pada jaringannya tanpa mengalami perubahan. Kelompok jenis ini kebanyakan dari ikan laut termasuk udang.

Disamping sebagai pewarna, carotenoid juga diperkirakan mempunyai funsi antara lain :

Hormon fertilisasi
Memacu pertumbuhan, kematangan gonad dan fecundity
Mengurangi kematian pada perkembangan janin/embrio
Meningkatkan toleransi terhadap stress
Membantu system pernapasan pada kondisi dimana suplai oksigen terbatas.

3. Growth Factor

Unsure-unsur yang dapat memacu pertumbuhan tetapi belum diketahui senyawa apa tersebut, oleh karenanya sering disebut sebagai unidentified growth factor (UGF). Pada tepung ikan factor ini sering disebut grass factor.
Dipasaran saat ini beredar banyak sekali growth factor, secara garis besar dapat di bedakan menjadi dua, yaitu kelompok antibiotic dan non-antibiotik.
Read More